PP Rekrutmen PPPK Terbit, Honorer K2 Sedih dan Menangis Tapi Masih Ada Harapan Jadi PNS !

Situsberbagi.com - Selamat pagi sahabat situs berbagi. Hari kerja pertama di bulan Desember 2018. Kami bagikan informasi terbaru seputar ASN Indonesia. Sebelumnya pada puncak Hari Guru Nasional, Presiden Jokowi berikan kado istimewa untuk guru yakni PP Nomor 49 Tahun 2018 untuk pengangkatan guru honorer menjadi PPPK melalui tes. Namun, honorer K2 malah sedih dan menangis.


 

Menangis kami mbak, ini bukan kado istimewa buat para honorer. Presiden sudah memberikan kado pahit bagi kami," kata Koordinator Wilayah Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) DKI Jakarta Nurbaiti kepada JPNN, Minggu (2/12).
Dia mengungkapkan, yang diharapkan mereka adalah PNS bukan PPPK. Mereka berjuang untuk mendapatkan status PNS.
"Yang berjuang dan merangkak selama ini honorer K2. Kini orang lain yang memetik," ujar Nurbaiti dengan nada kesal.
Padli Fadel, Koordinator Daerah FHK2I Sulawesi Barat (Sulbar), mengungkapkan, harapan di rezim ini tinggal kenangan. Mereka tidak bisa lagi menjadi PNS.
"Pemerintah enggak mau angkat kami jadi PNS. Buat apalagi berharap terus ke pemerintah yang sekarang," ucapnya.
Sementara Ketum FHK2I Titi Purwaningsih mengatakan, hanya bisa menangis. Sudah tidak ada lagi yang peduli dengan nasib honorer K2. 

Pengabdian yang sudah puluhan tahun dianggap tidak pernah ada karena sebentar lagi akan disamakan dengan yang sama sekali tidak mengabdi.
"Kami sangat kecewa dan merasa disingkirkan. Inikah tanda terimakasih pemerintah kepada kami? Saat butuh tenaga kami dikaryakan. Giliran sudah ada yang baru kami dibuang," tandasnya.

Tunggu Hasil Pembahasan Presiden dan Ketum PGRI, Masih Ada Harapan

"Kalau ditanya kecewa, ya sangat kecewa. Apalagi kami jauh-jauh datang dari Banyuwangi berharap ada kado istimewa dari presiden. Nyatanya yang dikasih kado PPPK yang sangat kami tidak harapkan," kata Pengurus FHK2 PGRI Riyanto Agung Subekti alias Itong kepada JPNN, Minggu (2/12).
Meski kecewa berat, Itong meminta seluruh honorer untuk bersabar.
Presiden Jokowi sudah berjanji akan memanggil Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi untuk membahas masalah perekrutan guru dan tenaga kependidikan honorer.
Dia berharap ada kebijakan yang berpihak, walaupun PP Manajemen PPPK sudah ada. Itong pun menegaskan, bila keputusan tetap PPPK mereka akan terus melakukan perlawanan.
"Kami butuh di PNS kan bukan di PPPK kan. Kalau pemerintah ngeyel ya kami berjuang terus bersama capres yang mau berpihak kepada kami," tegasnya.

sumber : jpnn.com

Demikian informasi ini kami bagikan, semoga ada solusi yang berpihak kepada honorer K2 di seluruh Indonesia. 

0 Response to "PP Rekrutmen PPPK Terbit, Honorer K2 Sedih dan Menangis Tapi Masih Ada Harapan Jadi PNS !"

Posting Komentar