Inilah Perbedaan Skema Pembayaran Pensiun PNS yang Baru VS Lama ! Siapa Diuntungkan ?

Situsberbagi.com - Selamat malam sahabat situs berbagi. Inilah perbedaan antara skema pembayaran pensiun PNS yang baru versus lama yang wajib bapak dan ibu PNS ketahui. Siapa yang diuntungkan ? Simak ulasannya berikut ini. Pemerintah lewat Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) tengah mengkaji skema baru pembayaran pensiun PNS dari semula pay as you go mejadi fully funded.

Apa bedanya?

 Skema Pensiun PNS Baru VS Lama, Siapa Diuntungkan ? Berikut Pembahasannya

Dengan skema pay as you go, ditetapkan PNS bakal menerima manfaat sebesar 75% dari gaji pokok terakhirnya.

Misalkan, saat masih aktif PNS memiliki gaji pokok Rp 5 juta, maka ia akan menerima uang pensiun setiap bulannya Rp 3,75 juta. Uang itu, didapat dari tabungan atau iuran pensiun sebesar 4,75% dari gaji pokok pensiun yang bersangkutan.

Masalahnya, dengan besaran iuran 4,75% tersebut, tabungan pensiun tak pernah mencukupi besaran manfaat pensiun yang ditetapkan sebesar 75% tadi.

Di sini lah, skema pay as you go bekerja. Begitu PNS yang bersangkutan pensiun, pemerintah mulai membayarkan selisih atau kekurangan antara besaran tabungan dengan besaran manfaat yang ditetapkan.

Ini memberikan risiko bagi keuangan negara, karena pemerintah tidak bisa memprediksi berapa besarnya dana yang harus ditanggung pemerintah setiap tahunnya dalam APBN. Skema ini lah yang akan diubah.

"Sekarang kan iuran sudah ada aturannya kan, 4,75% dari gaji pokok, nah itu kita kaji ulang, kita kaji ulang," jelas Askolani, di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Berbeda dengan pay as you go yang pembayaran pemerintah dilakukan begitu PNS mulai pensiun, pada skema fully funded, pembayaran oleh pemerintah dilakukan sejak PNS pertama kali efektif bekerja. Artinya, PNS dan pemerintah akan 'patungan' untuk mencicil uang pensiun. Sehingga, beban pemerintah untuk membayar pensiun PNS akan lebih terukur setiap tahunnya.

Adapun pembahasan dalam skema baru pembayaran pensiun PNS ini adalah acuan penghitungan iuran. Bila semula acuan iuran adalah gaji pokok, maka pada skema baru acuannya adalah gaji pokok plus tunjangan. Harapannya, agar dana yang digalang oleh PNS untuk pensiunnya sendiri bisa lebih besar.

"Selain ada gaji pokok ada tunjangan kinerja juga, yang dulu tidak diperhitungkan sebagai iuran, itu akan kita lihat karena take home pay PNS jauh lebih tinggi dari gaji pokok, sehingga kalau kita dapat iuran lebih kita punya modal untuk menampung dana pensiun untuk juga dikembalikan PNS yang pensiun," sebut dia.

Pembahasan berikutnya, adalah pembagian porsi besaran iuran yang harus dibayar pemerintah dan yang harus dibayar PNS yang bersangkutan. Terakhir adalah pola pembayaran dana pensiun. Apakah dibayar sekaligus atau tetap bulanan seperti saat ini.

"Intinya pensiun sekarang kalau bisa dapat lebih lah dari yang angka didapatkan pensiunan. Soal skemanya mau sekaligus, atau per bulan itu nanti masih dalam kajian," tandas Askolani

sumber : detik.com

Dari pembahasan di atas alasan dilakukannya perubahan skema pembayaran pensiun PNS pertama, untuk mengurangi beban anggaran pada APBN untuk pembayaran pensiun PNS. Kedua, skema pembayaran iuran PNS yang baru dengan sistem fully funded akan memperhitungkan take home pay yang meliputi gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang diterima oleh PNS dalam membayar iuran pensiun PNS. Sehingga kemungkinan iuran yang akan dibayarkan oleh PNS lebih besar. Pada akhirnya diharapkan ketika pensiun nannti PNS akan menerima gaji Pensiun yang lebih banyak dibanding dengan skema lama. Lalu siapa diuntungkan ? Silahkan komentar ya.. Terima kasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Perbedaan Skema Pembayaran Pensiun PNS yang Baru VS Lama ! Siapa Diuntungkan ?"

Posting Komentar