MORATORIUM PENGANGKATAN ASN DICABUT !! ADA OPSI GURU HONORER DIUSULKAN DIANGKAT MENJADI ASN

Situsberbagi.com — Selamat Pagi Sahabat Setia Pengunjung Situs Berbagi. Informasi terbaru Sebuah opsi kembali mencuat ke permukaan terkait dengan polemik tenaga honorer di tanah air. Di tengah isu pembahasan revisi Undang-Undang ASN yang tak kunjung mencapai kesimpulan. 

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengusulkan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kalangan guru berstatus honorer. Pemerintah juga didesak menyiapkan opsi peningkatan kesejahteraan guru honorer apabila usulan itu ditolak.
“Moratorium pengangkatan ASN yang dicabut, tentunya membuka kesempatan rekrutmen pegawai. PGRI menyarankan, prioritaskan guru honorer. Mereka itu yang berdarah-darah mengisi kekosongan tenaga pengajar di daerah,” kata Ketua PGRI pusat, Unifah Rosyidi kepada wartawan di sela forum pertemuan tahunan PGRI Karanganyar di rumah dinas bupati, Sabtu (8/4).
Ia menyadari terdapat aturan usia maksimal pada pengangkatan ASN. Jika itu diterapkan, dipastikan banyak guru honorer tersisih karena usia mereka melampaui batas maksimal. Mengenai hal ini, PGRI berusaha melobi pemerintah pusat. PGRI juga mendorong pemerintah daerah memakai skema kerjasama kontrak dengan tenaga pengajar non ASN.
“Padahal guru honorer juga memiliki anak dan keluarga yang harus dinafkahi. Mereka semakin tua, membutuhkan jaminan kesejahteraan. Opsi guru kontrak masih lebih baik daripada mengandalkan honor,” katanya.
sumber : timlo.net
Bagi rekan-rekan pengunjung situs berbagi kami akan terus mengupdate informasi untuk anda seputar Info Lowongan Kerja, Beasiswa, dan informasi PNS yang kami himpun dari sumber-sumber terpercaya. So, selalu berkunjung ke situsberbagi.com ya. Jangan lupa like Fanpage situs berbagi dan share ke rekan-rekan yang lain. Di sini kita berbagi informasi dan pengetahuan bagi sesama. Terima kasih

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MORATORIUM PENGANGKATAN ASN DICABUT !! ADA OPSI GURU HONORER DIUSULKAN DIANGKAT MENJADI ASN"

  1. Jangan sampai terjadi manipulasi data tenaga honorer k2.

    BalasHapus