KABID PEMBINAAN SMK DISDIKBUD : GURU HARUS DIBUAT SENANG ! KALAU PERLU, ADA TUNJANGAN KHUSUS HINGGA 3 KALI LIPAT !

Situsberbagi.com - Sahabat Situs Berbagi, pernah dengar ada Kabid yang mengusulkan tunjangan berkali lipat ??? Bagi bapak dan ibu guru yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil, anggota DPRD ini mengusulkan tunjangan hingga 3 kali lipat. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Adam menuturkan, selama ini pendistribusian guru khususnya pegawai negeri sipil (PNS) memang tidak merata.Sehingga perlu stimulus untuk membuat sebaran guru menjadi merata di Kaltim.


Permasalahan itu terlihat di beberapa kabupaten yang jauh dari pusat ibu kota Kaltim. Berau misalnya, ada sekolah yang diisi hanya tiga guru berstatus PNS, sementara kekurangannya dibantu tenaga honorer. Jarak pun menjadi alasan sebagian guru. Mereka enggan ditempatkan ke daerah terpencil.

“Bukan hanya di Berau, daerah lain juga sama saja seperti di Kubar (Kutai Barat) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Guru menumpuk di kota sedangkan di pelosok kesulitan,” sebut Adam. Dia mengaku prihatin atas kondisi pendidikan di Kaltim. Menurutnya, pemprov khususnya Disdikbud dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim harus segera mengevaluasi kinerja guru. Selanjutnya melakukan pemerataan.

Guru dengan kualitas baik juga harus ditempatkan di daerah terpencil. “Guru kan tugas negara, mereka harus mau ditempatkan di mana saja. Di Berau, Mahulu, atau Kubar harus siap. ‘Kan sudah ada tunjangan profesi dan tunjangan lainnya, bahkan ada insentif dari pemerintah kenapa harus menolak jika ditempatkan,” kritiknya.
j
Program pemerataan guru sejatinya sudah dimulai sejak 2011. Saat itu terbit surat keputusan bersama (SKB) lima menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hanya, karena menjadi agenda nasional dan belum diatur dalam landasan hukum yang kuat, berupa peraturan pemerintah (PP), program tersebut tidak berjalan.

Guru menolak ditempatkan ke daerah pelosok.

Akan tetapi, sejak penerapan Undang-Undang (UU) 23/2014 tentang Pemerintah Daerah yang melimpahkan kewenangan pendidikan menengah, yakni SMA/SMK ke provinsi, program pemerataan tersebut dijamin bakal lebih mudah eksekusinya.

Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim Basmen Nainggolan menyebutkan, selama ini pemerataan guru tingkat menengah oleh provinsi terkendala berlangsungnya judicial review UU 23/2014 di Mahkamah Konstitusi. Jika gugatan tersebut ditolak, pemerataan dipastikan tidak mengalami kendala berarti.

“Sebelum UU 23/2014, pelimpahan lintas kabupaten/kota susah. Sekarang setelah ditetapkan, jadi lebih mudah karena kewenangannya ada di provinsi,” ucap Basmen.  Meski begitu, dia menjelaskan, mutasi guru ke daerah tidak sembarangan. Ada syarat yang harus dipenuhi. Misal, mempunyai pengalaman mengajar dengan baik dan hasil tes kompetensi guru yang juga harus bagus.

Kemudian, dalam mengajar, guru juga sudah memahami kaidah melibatkan peran siswa. Jadi, dalam pembelajaran ada interaksi guru dan siswa. Bukan sekadar pembelajaran satu arah. “Pemerataan dengan mutasi jangan diartikan sebagai hukuman. Guru harus dibuat senang. Kalau perlu, ada tunjangan khusus sampai tiga kali lipat untuk guru yang dipindah),” ujarnya.

sumber : sinarberita.com

Ada yang tertarik ??

Bagi rekan-rekan pengunjung situs berbagi kami akan terus mengupdate informasi untuk anda seputar Info Lowongan Kerja, Beasiswa, dan informasi PNS yang kami himpun dari sumber-sumber terpercaya. So, selalu berkunjung ke situsberbagi.com ya. Jangan lupa like Fanpage situs berbagi dan share ke rekan-rekan yang lain. Di sini kita berbagi informasi dan pengetahuan bagi sesama. Terima kasih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KABID PEMBINAAN SMK DISDIKBUD : GURU HARUS DIBUAT SENANG ! KALAU PERLU, ADA TUNJANGAN KHUSUS HINGGA 3 KALI LIPAT ! "

Posting Komentar